Isi Email Address Disini:

Monday, July 30, 2012

Tutorial K3LH

KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA
A. Pengertian K3:
Keselamatan yang berkaitan dengan mesin, pesawat alat kerja, bahan dan proses pengolahannya,
tempat kerja dan lingk ungannya serta cara-cara melakuk an pek erjaan.
Sarana utama untuk pencegahan kecelakaan, cacat, dan k ematian sebagai akibat dari k ecelak aan
kerja

B. Dasar Hukum
Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja:
Yang diatur oleh Undang-Undang ini adalah keselamatan k erja dalam segala tempat k erja baik di darat,
di dalam tanah, di permukaan air, di dalam air maupun di udara, yang berada di dalam wilayah
kekuasaan hukum Republik  Indonesia.

C. Tujuan K3
Melindungi tenaga kerja atas hak  keselamatannya dalam melak ukan pekerjaan untuk kesejahteraan
hidup dan meningkatk an produksi dan produktivitas nasional
Menjamin keselamatan setiap orang lain yang berada di tempat kerja tersebut
Memeliharan sumber produksi agar dapat digunak an secara aman dan efisien

D. Pengertian Kecelakaan
Kejadian yang tidak terduga (tidak ada unsur kesengajaan) dan tidak diharapkan karena
mengakibatkan kerugian, baik  material maupun penderitaan bagi yang mengalaminya.
Sabotase atau kriminal merupakan tindak an di luar lingkup kecelakaan yang sebenarnya

Kerugian Akibat Kecelakaan Kerja
5 K
1. Kerusak an
2. Kekacauan Organis asi
3. Keluhan dan Kesedihan
4. Kelaianan dan Cacat
5. Kematian

Klasifikasi Kecelakaan
1. Menurut jenis k ecelak aan
- Terjatuh
- Tertimpa benda jatuh
- Tertumbuk  atau terkena benda
- Terjepit oleh benda
- Gerakan yang melebihi kemampuan
- Pengaruh suhu tinggi
- Terkena sengatan arus listrik
- Tersambar petir
- Kontak dengan bahan-bahan berbahaya
- Lain-lain


2. Menurut sumber atau Penyebab Kecelakaan
a. Dari mesin
b. Alat angkut dan alat angkat
c. Bahan/zat erbahaya dan radiasi
d. Lingkungan kerja
3. Menurut Sifat Luka atau Kelainan
Patah tulang, memar, gegar otak, luka bakar, k eracunan mendadak, akibat cuaca, dan sebagainya

Pencegahan Kecelakaan
Kecelakaan dapat dihindari dengan:
1.  Menerapkan peraturan perundangan dengan penuh disiplin
2.  Menerapkan standaris asi kerja yang telah digunak an secara resmi
3.  Melakukan pengawasan dengan baik
4.  Memas ang tanda-tanda peringatan
5.  Melakukan pendidikan dan penyuluhan kepada mas yarakat

Penanggulangan Kecelakaan
1.  Penanggulangan Kebakaran
Jangan membuang puntung rokok  yang masih menyala di tempat yang mengandung bahan yang
mudah terbakar
Hindarkan sumber-sumber menyala di tempat terbuka
Hindari awan debu yang mudah meledak
Perlengkapan pemadam k ebakaran
Alat-alat pemadam kebakaran dan penanggulangan k ebakaran terdiri dari dua jenis:

1.  Terpasang tetap di tempat
1. Pemanc ar air otomatis
2.  Pompa air
3.  Pipa-pipa dan slang untuk aliran air
4.  Alat pemadam kebakaran dengan bahan kering CO2 atau busa

Alat-alat pemadam kebakaran jenis 1-3 digunakan untuk penanggulangan kebak aran yang relatif
kecil, terdapat sumber air di lokasi kebakaran dan lokasi dapat dijangkau oleh peralatan tersebut.
Sedangkan alat jenis ke-4 digunak an jika kebakaran relatif besar, lokasi kebakaran sulit dijangkau
alat pemadam, atau tidak terdapat sumber air yang cukup, atau terdapat instalas i atau peralatan
listrik, dan atau terdapat tempat penyimpanan cairan yang mudah terbakar.


MENERAPKAN KONSEP LINGKUNGAN HIDUP

A.  CARA MENJAGA KEBERSIHAN DI RUANG KERJA

“Kebersihan pangkal Kesehatan” pemeo ini tidak  akan  pernah usang karena memang bahwa kebersihan
menjadi  awal  hidup  sehat.  Bahkan  dalam  agama  Islam  menyebutk an  bahwa  kebersihan  sebagian  dari
keimanan.  Untuk  melaksanakan  butir-butir  keimanan  seperti  sholat,  puasa,  dan  haji,  badan  dan  ruhani
harus  dalam  keadaan  bersih.  Dari  sini  dapat  kita  fahami  kebersihan  memang  nilai  yang  sangat  tinggi
dalam kehidupan tak terkecuali dalam dunia kerja.

Dunia kerja membutuhkan kebersihan untuk kenyamanan dalam setiap orang bekerja. Tanpa ruang kerja
atau  tempat  kerja  yang  bersih  maka  perasaan  nyaman  saat  bekerja  tidak  diperoleh.  Jika  perasaan
nyaman  tidak  diperoleh  oleh  staf  dan  karyawan  maka  jelas  ak an  menurunkan  produktifitas  kerja  yang
pada  akhirnya  akan  menurunkan  produk tifitas  perusahaan.  Kondisi  ini  tentu  tidak  diinginkan  oleh
siapapun tak terkecuali managemen perusahaan.

Komputer  merupak an  alat  elek tronik  yang  sangat  sensitif  terhadap  perubahan  lingkungan.  Lingkungan
yang  nyaman  akan  membantu  kinerja  baik  dari  sisi  brainware  (staf  dan  karyawan)  maupun  hardware
(komputer dan periferalnya) itu sendiri.

Beberapa  point  penting  kondisi  lingkungan  agar  diperoleh  kenyamanan  bek erja  dan  keamanan  kinerja
komputer.

1.  Selalu tersedia tempat sampah. Seperti di awal dijelas kan bahwa kebersihan adalah nilai penting
dalam bekerja, oleh karena itu lingkungan yang bersih mutlak adanya untuk kenyamanan bekerja.
Ketersediaan  tempat  sampah yang  memadai  diperlukan  agar  lingkungan  menjadi  bersih. Untuk
kemudahan  daur  ulang,  sampah  sebaiknya  dibedak an  atas  sampah  organik  dan  sampah  non
organik.

2.  Jangan  mak an  dan  minum  di  depan  komputer.  Makanan  dan  atau  minuman  mengundang
datangnya  hewan  yang  menyukai  seperti  semut,  tikus  dan  kecoa.  Kehadiran  hewan  ini  ak an
mengganggu kinerja komputer dan juga dapat mengganggu kesehatan pekerja.

3.  sebisa  mungk in  ruangan  ber  AC.  Sudah  disebutkan  diatas  bahwa  komputer  adalah  alat  yang
sensitif oleh perubahan lingkungan termasuk suhu udara. Kinerja komputer dapat terganggu oleh
suhu  dan  kelembaban  ruangan  yang  tinggi.  Oleh  karena  itu  ruang  sebaiknya  diatur  suhu  dan
kelembaban dengan menggunak an AC.

4.  berkarpet  untuk  menghindari  listrik  s tatis.  Rangk aian  elektronik  yang  ada  dalam  komputer  juga
sensitif terhadap listrik  statis. Listrik statis dapat merusak data yang ada dalam komputer bahk an
rangkaian itu sendiri. Oleh karena itu listrik statis harus dihindari.

5.  untuk  kerapian,  ada  space  untuk  kabel  di  bawah  lantai.  Cara  yang  digunakan  yaitu  semacam
panggung kecil setinggi kurang lebih 5-10cm di atas lantai. Perkabelan baik power/listrik  maupun
jaringan diletakkan di antara panggung dan lantai. Hal ini dimaksud untuk  kerapihan.

6.  tidak  menggunakan  alas   kaki  dari  luar.  Dik arenakan  ruang  telah  ber  AC  dan  berkarpet,  maka
tidak dianjurkan menggunakan alas kaki dari luar. Hal ini untuk menghindari masuknya debu dari
luar.  Debu  merupakan  salah  satu  musuh  komputer.  Selain  menyebabkan  kotor  juga  dapat
penyebabkan listrik statis.  Sebagai  gantinya,  di  dalam ruang komputer tersedia alas  kak i khusus
digunakan di ruang tersebut.

7.  ada  cover untuk keyboard  dan monitor.  Keyboard merupakan  salah satu  bagian  komputer  yang
rawan  terhadap  debu  karena  bentuk nya  yang  banyak  lekuk.  Untuk  menghidarinya  maka
sebaiknya keyboard dan monitor menggunakan cover khusus.

8.  kerapihan kabel power,  dijapit dengan tali pengikat kabel. Untuk kerapihan kabel komputer yang
memang terdiri  dari banyak  kabel (minimal  kabel power,  kabel mouse, k abel  monitor,  dan  kabel
keyboard) maka sebaiknya kabel diikat menggunakan pengik at kabel dari plastik.

9.  selalu  menggunakan  mouse  pad.  Mouse  baik  yang  menggunakan  teknologi  track ball  maupun
lampu infra red. Hal ini penting untuk kenyamanan pengguna.

10.  jik a mouse menggunakan track ball selalu dibersihkan berkala. Trackball mouse terdiri dari bagian
bola dan  sensor.  Seringk ali debu mengotori  bola  dan  sensor sehingga  mengganggu  sensitifitas
mous e  bahkan  terkadang  pointer  di  layar  seolah  “lari”  sendiri.  Untuk  menghindari  hal  tersebut,
ses ering mungk in mouse dibersihkan dengan membuka c ap yang ada di bagian bawah.

11.  datangnya  cahaya  dari  kiri  atau  k anan,  tidak   boleh  dari  depan.  Pencahayaan  sangat  penting
untuk  menghindari  dari  kasus  ketidaknyamanan  mata  dalam  bekerja.  Sinar  baik  alami maupun
buatan  dari  lampu  sebaiknya  berasal  dari  sisi  kiri  pekerja  agar  tidak   menimbulkan  bayangan
tangan saat menulis.

12.  jik a  monitor  CRT  cahaya  tidak  boleh  dari  belakang.  Saat  menggunak an  k omputer  khususnya
dengan  monitor  CRT  sebaiknya hindari  penggunaan  cahaya  yang  berasal dari belakang. Hal  ini
untuk  menghindari  rasa  silau  dalam  menatap  monitor  karena  sifatnya  yang  sedikit  cembung
sehingga apa yang ada di layar monitor tidak dapat terlihat dengan jelas.

13.  Pada ruangan berAC sewaktu waktu dibuka untuk pergantian udara (ventilasi). Agar udara dalam
ruang  ber  AC  dapat  berganti  maka  sewak tu-waktu  ventilasi  dibuka  dengan  mematikan  terlebih
dahulu AC yang ada. Perlakuan ini tidak membutuhkan  waktu yang  cukup lama, cukup selama 1
jam  dalam  seminggu.  Udara  yang  selalu  terperangkap  dalam  ruang  ber  AC  tanpa  diganti  tidak
menyehatkan. Selain agar sehat juga untuk menghindari bau-bau yang mungkin tidak  nyaman.

14.  Lokasi ruang komputer  dalam ukuran besar  misalnya  data  centre  harus jauh  dari bahaya banjir,
jauh dari pemuk iman penduduk tapi mudah transportasi. Bagi sebuah sebuah perusahaan besar,
data  center  mutlak  adanya,  data  merupak an  aset  paling  berharga.  Untuk  menghindari  dari
kemungk inan  bahaya  yang  menganc

0 komentar:

Post a Comment

Followers

 
TopBlogIndonesia.com
Asr Blanco | Template by ASR-Blanco @Copyright 2008